Tampilkan postingan dengan label ISLAMI. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ISLAMI. Tampilkan semua postingan

Jumat, 31 Maret 2017

Diungkapkan bahwa ia berstatus janda anak satu.

Ia merupakan jemaah pengajian Ustaz Al Habsyi sekaligus rekan bisnis sang ustaz. 

Perempuan ini ternyata satu kota kelahiran, yakni asli orang Palembang, Sumatera Selatan.

Pernikahan keduanya yang diisukan sembunyi-sembunyi dilakukan di Mekah.

Bukan hanya poligami, ada masalah lain

Dilansir dari Tribun Solo, pengacara Putri Aisyah Aminah menuturkan ternyata juga ada alasan lain yang menggugah kliennya untuk melayangkan gugatan cerai ke pengadilan.

Namun konflik lain itu tak mau diungkapkan karena menurut Putri sangatlah pribadi.

Ayahanda Putri, Djafar Bajammal juga menuturkan bahwa selama ini Putri dinafkahi dengan baik, namun komunikasi antara keduanya sangat buruk. 

TERNYATA!!...Inilah Istri Muda Tetap Mau Dinikahi Meski Tahu Ustaz Al Habsyi Sudah Punya Istri, Alasannya Sungguh Mengejutkan ...

 Berdasarkan penuturan mertua Ustaz Al Habsyi, Djafar Bajammal, istri keduanya mau dinikahi padahal tahu sang ustaz sudah berkeluarga.

"Tahu dia, perempuan ini tahu kalau ustaz sudah punya istri," terang Djafar.

Sampai sekarang perempuan yang dikabarkan juga sebagai jemaah pangajian Ustaz Al Habsyi ini belum muncul ke permukaan.

Mengejutkannya lagi, berdasarkan pengakuan pengacara Putri, Vidi Galenso Syarief, bahwa Putri pernah bertemu dengan sosok istri kedua sang ustaz.

"Sebenarnya, Putri sendiri sudah pernah dipertemukan dengan istri muda sang ustaz, namun saat itu Putri belum tahu banyak tentang istri muda suaminya itu," ungkap Vidi.

Pertemuan antara Putri dan Yuyun itu bahkan bersama keluarga besarnya.

Melansir Grid.ID, identitas istri kedua ustaz Al Habsyi diperoleh dari Djafar Bajammal, ayah Putri Aisyah.

Sosok perempuan itu bernama Yuyun Wahyuni.

Rabu, 22 Maret 2017

Soal Ujian Tgl 21 Maret Bikin Resah dan di Pertanyakan. "Soal Ujian Macam Apa Ini??




Jakarta - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) mengingatkan para guru tak membuat soal ujian dengan sentimen SARA dan 3 hal ini. Apa saja?

"Kami selalu mewanti-wanti agar tidak membuat soal yang menyinggung unsur SARA plus politik, pornografi dan merek produk juga nggak boleh ada dalam soal-soal ujian maupun soal ulangan anak-anak sekolah," tegas Kepala Pusat Penilaian Pendidikan Kemendikbud Nizam. 



Rabu (22/3/2017). Nizam merespons soal ujian sekolah berstandar nasional (USBN) yang beredar dan menyinggung sentimen SARA. 

"USBN itu 100 persen tanggung jawab di sekolah, pada guru. Soal yang membuat guru-guru sendiri, tanggung jawab dan pelaksananya juga guru dan kepala sekolah. Sudah kami ingatkan, agar tidak berulang lagi," tegasnya. 

Nizam berharap guru-guru memeriksa soal dulu sebelum dibagikan. Bila ada soal yang menyinggung SARA maka guru bisa menggantinya dengan soal cadangan.

"Dalam USBN contoh soal siap dengan cadangan, bisa diganti dengan cadanghan soal. Guru-guru kan buat soalnya banyak, tidak hanya satu. Tanggung jawab penuh pada guru dan sekolah, mari kita berikan ujian terbaik pada anak-anak," imbaunya. 

Sebelumnya beredar soal yang menyinggung sentimen SARA. Soal yang tersebar adalah soal Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) yang diujikan pada Selasa 21 Maret 2017 berbunyi sebagai berikut:

Sekelompok Islam garis keras melakukan sweeping ke aula gereja di Kota Bogor, didapati sekelompok umat Nasrani sedang melakukan kegiatan Natal. Hal yang dilakukan sekelompok Islam garis keras itu termasuk pelanggaran pada UUD 1945 pasal...

A. 28 E ayat 1
B. 30 ayat 1
C. 29 B
D. 31 A
E. 27




Pihak Kemendikbud masih menyelidiki di kabupaten/kota mana soal USBN itu beredar. Soal USBN dibuat oleh Tim Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) kabupaten/kota. Informasi awal yang diterima, soal PPKn itu beredar kabupaten/kota di Jawa Timur.

[Tajuk Antara / dtk]